SEOUL, KOMPAS.comUniversitas Nasional mengirimkan perwakilan mahasiswanya pada Daegu International Youth Camp (DIYC) 2017. Acara yang berlangsung pada 2-7 Juli 2017 ini diikuti oleh 91 peserta dari 15 negara, antara lain Rusia, Jepang, China, Italia, Afrika Tengah, Uzbekistan dan Indonesia.

Delegasi Unas mengikuti kegiatan itu atas undangan pihak Catholic University of Daegu sebagai penyelenggara DIYC 2017. Ini merupakan tahun ketiga DIYC diselenggarakan oleh Catholic University of Daegu dan DIYC sendiri telah memasuki tahun keenam.

“Kami kirim tiga mahasiswa dari jurusan Bahasa Korea dan Biologi. Selain untuk meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga penting untuk mereka membuka cakrawala baru dan mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kemandirian, selain juga networking,” ujar Ketua Delegasi Unas, Dian Metha Ariyanti, Selasa (11/7/2017).

Metha mengatakan, selain membuka kerjasama di Korea Selatan, DIYC dinilai sebagai ajang yang bagus untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Ini dilakukan dengan interaksi antara mahasiswa Indonesia dan mahasiswa asing selama lima hari kegiatan.

Para mahasiswa Indonesia juga menyuguhkan tarian tradisional asal Kalimantan. Mereka tampil memakai baju tradisional Kalimantan dan memukau puluhan peserta summer camp.

“Kami bangga bisa menampilkan kesenian tradisional Indonesia di hadapan berbagai bangsa. Ini jadi tambah pengalaman dan banyak teman dari seluruh dunia,” ujar Nabela, salah satu mahasiswa Unas peserta Daegu International Youth Camp 2017.

Kerjasama

Selain mahasiswa, UNAS juga mengirimkan dosen-dosennya, antara lain Agung Iswadi dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Sains untuk melakukan penjajakan kerjasama dengan School of Mechanical and Automotive Engineering di Catholic University of Daegu, dan College of Engineering and Natural Science di Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan. Sebelumnya, UNAS sudah menandatangani nota kesepahaman dengan kedua universitas tersebut.

“Kerjasama yang ingin kami jajaki itu adalah melihat berbagai kemungkinan untuk menjalankan mobility program bagi para mahasiswa teknik agar mereka memperoleh kesempatan untuk mengembangkan wawasan keilmuan, budaya dan juga networking, khususnya di Korea Selatan,” ujar Agung.

Dia berharap kerjasama yang dilaksanakan antara lain program pertukaran mahasiswa dan dosen dari kedua fakultas. Para mahasiswa Fakultas Teknik dan Sains juga diharapkan dapat meneruskan pendidikan jenjang S-2 di Catholic University of Daegu dan juga Hankuk University of Foreign Studies.

“Kita bisa mulai dengan program 3+1, yaitu mahasiswa teknik akan menempuh masa studi kuliah selama 3 tahun di Unas dan melanjutkan satu tahun masa studi di Korea,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *