Menurut Soleh, saat ini ekspor Indonesia menguasai 25 persen pasar ASEAN.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau Pasar Bebas ASEAN pada akhir 2015 tidak perlu dicemaskan karena Indonesia sudah berpengalaman menjalin hubungan perdagangan internasional.

Karena itu, pemerintah dan dunia usaha di tanah air perlu menyikapi pemberlakuan MEA sebagai peluang dan tantangan.

Hal ini disampaikan oleh Vice President PT Sucofindo (Persero), Ir Soleh Rusyadi Maryam, yang didukung oleh Dosen Hubungan Internasional Fisip Universitas Nasional, Jakarta, Zulkarnain SIP, M.Si., dalam Diskusi Publik “Menimbang Daya Saing Industri Indonesia dalam ASEAN Economic Community?, diselenggarakan oleh Pusat Kajian Sosial Politik (PKSP) FISIP Universitas Nasional bekerjasama dengan Public Trust Institute, dan SLI Komunika, di Ruang Seminar Selasar Lt. 3 Blok I Universitas Nasional, Jakarta, Jumat (7/5/2015).

Menurut Soleh, saat ini ekspor Indonesia menguasai 25 persen pasar ASEAN. Masih lebih unggul dibandingkan dengan negara-negara lain. Karena itu, pemberlakuan MEA yang berarti penerapan tariff bea masuk 0 persen di negara-negara ASEAN diyakininya akan menjadikan Indonesia memiliki peluang yang lebih luas dalam menguasai pasar ASEAN.

“Indonesia berpeluang menjadi Basis Produksi Industri disamping berpeluang menguasai pasar tenaga kerja,” kata Soleh Rosyadi.

Berita selengkapnya dapat dilihat di: http://m.tribunnews.com/bisnis/2015/05/08/vice-president-sucofindo-menatap-peluang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *